YAKUSA.ID – Turnamen Futsal Cup 2026 antar-Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan diharapkan menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan bibit pemain futsal potensial.
Harapan itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI (Madura), Hj. Ansari, saat membuka turnamen, Sabtu (29/8/2026).
Turnamen yang digelar di Eliza Futsal Sports Center, Tlanakan, Pamekasan, tersebut diikuti 13 PAC. Kompetisi ini memperebutkan Trofi Bergilir MH Said Abdullah serta hadiah Tabungan Nasional (Tabanas).
Saat membuka turnamen, Hj. Ansari menekankan tiga hal penting yang harus menjadi nilai dalam pertandingan, yakni persaudaraan, sportivitas, dan pengembangan kemampuan.
“Ada beberapa hal yang sangat penting. Pertama, persaudaraan atau menjalin silaturahmi antar-kita dari berbagai kecamatan. Kedua, sportivitas, kita harus sportif dan fair play dalam bermain,” kata Hj. Ansari.
Menurutnya, turnamen tidak hanya menjadi ajang untuk memperebutkan trofi, tetapi juga menjadi ruang bagi para peserta untuk saling mengenal dan memperkuat kebersamaan antarkader.
Hj. Ansari mendorong para pemain memanfaatkan kompetisi tersebut untuk mengasah kemampuan. Menurutnya, pemain terbaik yang muncul dari turnamen dapat memiliki kesempatan untuk berkembang ke jenjang yang lebih tinggi.
“Yang ketiga, kita mengasah kemampuan supaya nanti apabila ada pemain terbaik, bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia berharap kompetisi yang memperebutkan Trofi Bergilir MH Said Abdullah tersebut dapat melahirkan pemain-pemain tangguh dari Pamekasan yang nantinya mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Taufadi, mengatakan turnamen tersebut merupakan ajang perdana yang digelar khusus di internal partai.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk membangun budaya sportivitas dan fair play di kalangan kader sebelum nantinya kompetisi dikembangkan secara lebih luas untuk masyarakat umum.
“Ini perdana, kenapa kita buat hanya internal dulu? Karena kita menginginkan turnamen futsal ini benar-benar mengedepankan sportivitas. Kita bangun budaya di internal PDI Perjuangan untuk bermain fair play,” kata Taufadi.
Pelaksanaan turnamen turut didukung aparat kepolisian serta PSSI yang menerjunkan wasit profesional untuk memimpin pertandingan.



