YAKUSA.ID – Dugaan penganiayaan terhadap seorang tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Batuan menuai kecaman keras dari Komisi IV DPRD Sumenep.
Insiden tersebut dinilai menghantui rasa aman terhadap tenaga medis yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan.
Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Syamsul Bahri, S.Y., menegaskan pihaknya sangat menyayangkan dan mengecam keras tindakan kekerasan yang dialami salah satu petugas nakes di Puskesmas Batuan.
Menurutnya, kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, terlebih terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kami Komisi IV DPRD Sumenep dengan tegas mengecam peristiwa penganiayaan terhadap nakes di Puskesmas Batuan. Kejadian ini harus disikapi secara serius dan diselesaikan dengan baik, baik oleh aparat penegak hukum maupun oleh pihak puskesmas,” tegas Syamsul Bahri.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat menangani kasus tersebut secara profesional dan transparan agar memberikan efek jera kepada pelaku.
Langkah tegas dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Terkait kronologi kejadian, Syamsul Bahri mengaku pihaknya masih belum menerima gambaran utuh.
Namun berdasarkan informasi awal yang diterima dari tenaga kesehatan, peristiwa itu terjadi saat petugas sedang menangani korban kecelakaan.
Di tengah proses pemeriksaan, datang korban kecelakaan lainnya yang hendak masuk untuk mendapatkan pelayanan.
“Saat nakes menyampaikan agar menunggu karena masih menangani pasien lain, tiba-tiba terjadi tindakan penganiayaan. Itu informasi sementara yang kami terima dari nakes yang berada di lokasi,” ujarnya.
Komisi IV DPRD Sumenep berencana memanggil pihak Puskesmas Batuan serta korban penganiayaan untuk meminta penjelasan langsung mengenai kejadian tersebut.
Langkah ini dilakukan guna memperoleh kronologi yang jelas dan mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami ingin mengetahui secara utuh apa yang sebenarnya terjadi. Apakah ini dipicu kekecewaan masyarakat atau ada faktor lain, itu masih perlu didalami. Yang jelas, telah terjadi penganiayaan dan itu tidak boleh dibiarkan,” tambahnya.
Syamsul Bahri menegaskan, perlindungan terhadap tenaga kesehatan harus menjadi perhatian bersama.
Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran agar seluruh pihak dapat menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui jalur yang benar, tanpa kekerasan.


