YAKUSA.ID – Operasi cipta kondisi yang dilakukan Polres Pamekasan bersama Kodim 0826 dan Satpol PP pada Sabtu (11/10/2025) malam menuai sorotan publik.
Alih-alih menemukan pelanggaran, razia ke sejumlah tempat hiburan malam dan rumah kos itu berakhir tanpa hasil, lantaran informasi diduga sudah bocor sebelum razia berlangsung.
Kegiatan yang dipimpin Kabagops Polres Pamekasan AKP Sahrawi menyasar beberapa lokasi di antaranya Café Bintang di Jalan Stadion, Café King dan Kost Mutiara Abadi di Jalan Kolpajung, Hotel Putri di Jalan Trunojoyo, Restaurant Jawa di Jalan KH. Wahid Hasyim, Mahera Café di Desa Buddagan, hingga Café Bunda dan New Café Bunda di Jalan Teja.
Polisi menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Razia ini bagian dari upaya preventif sekaligus penegakan hukum,” ujar Kasihumas Polres Pamekasan, AKP Jupriadi.
Namun, hasil razia gabungan tersebut nihil. Tak ada pengunjung mencurigakan, minuman beralkohol, atau pelanggaran lain yang ditemukan. Laporan resmi menyebut seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Meski demikian, di media sosial, khususnya akun TikTok resmi Humas Polres Pamekasan muncul beragam komentar warganet yang menyoroti dugaan “kebocoran informasi” sebelum razia berlangsung.
Akun @rajaAzzam menulis:
“Info tetep bocor jadi kos2an dan hotel masih banyak yg bebas.”
Komentar itu ditimpali @ihhsygdulu yang menulis:
“Lopott (salah sasaran) Pak, tadi malam di kosan ku banyak yg kabur.”
Ia bahkan menambahkan komentar lain:
“Kbocoran duluan.”
Ada juga komentar sinis dari @Dirr, yang menyebut jika yang jadi sasaran razia polisi hanya untuk yang belum membayar keamanan
“Biasanya belum bayar keamanan itu.”
Sementara @lhelyrsIna bertanya pendek:
“Dapet apa pak?”
Beberapa komentar lain menyinggung Hotel Purnama yang disebut masih beroperasi, hingga sindiran keras dari akun @RikiCandraIrawan
“LSM yang kayak gini diangkat bukan rokok tok ”
Menanggapi ramainya komentar publik tersebut, Kasihumas Polres Pamekasan AKP Jupriadi memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan razia sudah sesuai prosedur dan dilakukan secara terbuka.
“Kata siapa? Sampean kok bisa bilang kayak gitu. Kan sudah jelas di narasi yang dibuat Humas mbak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu Malam (12/10/2025).
AKP Jupriadi juga menambahkan bahwa informasi resmi razia telah disampaikan melalui tim Humas Polres Pamekasan dan dibagikan ke seluruh jaringan wartawan
“Untuk narasi, sudah dikirim ke grup wartawan,” pungkasnya.


