YAKUSA.ID – Rencana pembukaan pasar malam di Kota Dumai, tepatnya di depan Pasar Lepin, memicu penolakan dari sejumlah mahasiswa dan pemuda. Mereka menilai keberadaan pasar malam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat, termasuk dampak sosial, keamanan, hingga perekonomian para pelaku usaha lokal.
Sejumlah organisasi kepemudaan yang menyuarakan penolakan tersebut meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar mempertimbangkan ulang izin operasional pasar malam. Menurut mereka, setiap tahun kegiatan serupa kerap memunculkan kemacetan, potensi kriminalitas, dan persoalan kebersihan lingkungan yang tidak jarang membuat warga sekitar merasa dirugikan.
Salah satu aktivis mahasiswa, Novrizal, turut menyampaikan kekhawatirannya terkait praktik perjudian yang sering disamarkan dalam permainan arena pasar malam.
“apa lagi permainan didalam arena pasar malam tersebut pasti ada permainan Judi yang berkedok ketangkasan, itu terlihat jelas ada unsur judi yang sangat merusak moral masyarakat kota Dumai,” kata Novri dalam keterangannya yang diterima yakusa.id, Rabu (3/12/2025).
Ia menambahkan bahwa pihaknya bukan menolak hiburan, namun menilai bahwa setiap kegiatan masyarakat harus mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi warga setempat.
“Kami bukan anti hiburan, tapi setiap kegiatan harus mempertimbangkan kondisi masyarakat. Banyak pedagang lokal yang mengeluh karena pasar malam justru mematikan usaha harian mereka,” imbuhnya.
Menurutnya, mahasiswa dan pemuda menegaskan bahwa pemerintah seharusnya lebih mengutamakan program ekonomi jangka panjang yang berpihak pada pemberdayaan masyarakat lokal, bukan menghadirkan acara musiman yang dinilai hanya menguntungkan pihak tertentu.
Meski sebagian warga menyambut baik kehadiran pasar malam sebagai sarana hiburan keluarga dan ruang usaha pedagang kecil, namun kelompok penolak tetap menilai bahwa hiburan tidak boleh mengabaikan ketertiban lingkungan dan kesejahteraan warga sekitar.
Menyikapi hal tersebut, mahasiswa dan pemuda berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi hingga pemerintah mengambil keputusan yang dinilai lebih bijak. Mereka juga menegaskan permintaan agar kepolisian segera membatalkan izin keramaian.
“Berdasarkan hal hal yang disebutkan diatas kami mendesak Kapolres Dumai untuk segera mencabut izin keramaian sebelum wahana pasar malam tersebut beroperasi tegas nofrizal selaku kordinator massa,” tegasnya.












