YAKUSA.ID – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 menjadi ruang bagi Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Pamekasan, Moh. Arifin, untuk menyampaikan penghormatan mendalam kepada para guru yang ia sebut sebagai “pelita dalam kegelapan”.
Kata Arifin, setiap tanggal 25 November, Indonesia merayakan Hari Guru Nasional sekaligus memperingati hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.
Tahun ini, tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” kembali menegaskan bahwa kekuatan bangsa berawal dari ruang kelas dan ketekunan para pendidik di dalamnya.
Menurutnya, sejarah panjang PGRI yang bermula dari Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada 1912 hingga menjadi PGRI pada 1945, menjadi bukti bahwa perjuangan guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan pengabdian yang diwariskan lintas generasi.
Di momen peringatan HGN 2025 ini, Arifin memberikan apresiasi khusus atas komitmen para guru di Pamekasan yang terus menjaga semangat mendidik di tengah berbagai tantangan pendidikan.
“Selamat Hari Guru Nasional 2025. Terima kasih telah mendidik kami dengan penuh kesabaran dan cinta, atas dedikasi dan pengabdian dalam mencerdaskan generasi bangsa. Terima kasih telah menjadi pelita dalam kegelapan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga pembentuk karakter yang memberikan nilai, teladan, dan harapan bagi setiap peserta didik.
“Terima kasih atas semangat mendidik dan membangun harapan. Semoga setiap langkah mulia para guru dibalas kebahagiaan berlipat ganda. Tindakan kalian menjadi inspirasi tanpa batas. Bapak-Ibu Guru, terima kasih telah percaya bahwa setiap murid memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil, serta telah menjadi sosok orang tua di sekolah yang mendengar dan memahami,” tambahnya.
Dengan pesan yang penuh penghargaan itu, Ketua MKKS SMAN Pamekasan berharap HGN 2025 menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di daerah. Baginya, masa depan generasi muda akan selalu bermula dari ketulusan seorang guru.












