YAKUSA.ID – Polemik yang melibatkan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan terus bergulir. Terbaru, Polres Pamekasan meminta klarifikasi terhadap Arofatin Nisa’, yang diketahui pernah menjabat sebagai Bendahara Yayasan sekaligus Ketua Yayasan pada periode sebelumnya.
Proses klarifikasi berlangsung selama kurang lebih empat jam di Mapolres Pamekasan. Namun usai pemeriksaan, Arofatin Nisa’ memilih meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan kepada awak media.
Di tengah proses yang masih berlangsung tersebut, sejumlah siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan mendatangi Polres Pamekasan untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait kondisi sekolah yang hingga kini masih ditutup.
Kedatangan para siswa bukan untuk ikut dalam persoalan sengketa yang terjadi. Mereka berharap kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal sehingga tidak mengganggu proses pendidikan yang sedang mereka tempuh.
Salah satu siswi, Nayla, mengaku kecewa karena sampai saat ini belum ada kepastian mengenai nasib sekolah mereka.
“Kami hanya ingin sekolah kami kembali dibuka. Kami membutuhkan laboratorium untuk praktik dan persiapan PKL di rumah sakit. Kami hanya ingin belajar seperti biasa,” ujarnya.
Kata Nayla, penutupan sekolah berdampak langsung terhadap kegiatan belajar, terutama bagi siswa yang membutuhkan fasilitas praktik sebagai bagian dari proses pendidikan di bidang kesehatan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evon, menyampaikan bahwa proses yang dilakukan kepolisian masih dalam tahap klarifikasi dan pendalaman fakta.
Selain meminta keterangan dari sejumlah pihak, kepolisian juga akan mempelajari substansi pengaduan yang masuk serta membuka ruang mediasi guna mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak yang terlibat.



