YAKUSA.ID Pemerintah mempercepat upaya menjadikan Pulau Madura sebagai kawasan industri baru melalui penguatan kerja sama investasi dengan Tiongkok. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan yang disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta.

Kerja sama itu meliputi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee, serta kesepakatan bergabungnya Wiraraja Madura Industrial Estate dalam Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus memperluas kolaborasi dengan negara mitra strategis guna mempercepat pengembangan kawasan industri di berbagai daerah sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Menurut Airlangga, pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura menjadi bagian dari implementasi program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang selama ini dikembangkan Indonesia bersama Tiongkok.

“Kawasan di Madura ke depan juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia yang akan melengkapi kawasan petrokimia di Gresik. Dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi lebih seimbang,” katanya sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemenko Bidang Perekonomian RI, Jumat (7/8/2026).

Ia menambahkan, kerja sama tersebut sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok yang selama ini terus berkembang melalui investasi maupun perdagangan bilateral. Pemerintah juga mendorong peningkatan transaksi perdagangan menggunakan mata uang masing-masing negara melalui skema Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA).

Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura direncanakan menjadi pusat manufaktur terpadu dengan sejumlah klaster industri, antara lain industri cokelat, matras, tekstil, benang, hingga sektor manufaktur padat karya lainnya.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan instansi terkait disebut akan mempercepat penyelesaian perizinan agar realisasi investasi dapat segera berjalan dan memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) yang juga President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, Akhmad Ma’ruf Maulana, mengatakan kawasan industri tersebut dirancang tidak hanya sebagai pusat manufaktur, tetapi juga mendukung pengembangan sektor logistik serta energi ramah lingkungan.

Menurut dia, kehadiran mitra strategis dari Provinsi Guangdong diharapkan mempercepat masuknya investasi baru sekaligus membuka peluang transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri nasional.

Sementara itu, Wali Kota Zhanjiang, Republik Rakyat Tiongkok, Li Yongyi, menyebut Indonesia merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Zhanjiang. Kerja sama antara Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park dan Wiraraja Madura Industrial Estate diharapkan menjadi contoh implementasi konkret program TCTP melalui peningkatan investasi, pertukaran informasi industri, dan pengembangan kapasitas produksi kedua negara.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.

Menurut Haryo, kerja sama tersebut menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat pembangunan kawasan industri baru, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.

Data pemerintah menunjukkan hubungan ekonomi antara Zhanjiang dan Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada 2025, nilai perdagangan kedua pihak mencapai 2,461 miliar yuan atau tumbuh 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, delapan perusahaan asal Zhanjiang telah merealisasikan investasi di Indonesia melalui 12 proyek dengan total nilai sekitar 370 juta dolar AS, sementara enam perusahaan Indonesia juga telah berinvestasi di Zhanjiang.

Penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Konsul Jenderal RI di Guangzhou Arianto Surojo, Secretary General of Zhanjiang Chamber of Commerce of Import and Export Xu Haixia, serta perwakilan Guangdong (Fenyong) Industrial Park.