YAKUSA.ID — Pengamat politik Adi Prayitno menjawab kritik terhadap dirinya yang dinilai lebih sering mengomentari kebijakan pemerintah daerah lain dibandingkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Melalui unggahan di akun TikTok @adiprayitno.official, Adi menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak tepat. Ia mengaku telah bertahun-tahun menyampaikan kritik terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya terkait kondisi pembangunan di Madura.
“Banyak sekali yang kritik aku belakangan ini. Bang Hadi ini kok komentarnya gubernur provinsi lain, komentarin itu Provinsi Jawa Timur,” kata Adi dalam video tersebut sebagaimana dilihat yakusa.id, Selasa (18/9/2026).
Ia mengatakan kritik terhadap Jawa Timur telah berulang kali disampaikan, termasuk dengan menyebut dan menyinggung gubernur Jawa Timur melalui media sosial. Kritik tersebut, menurut dia, ditujukan agar terjadi perubahan, terutama bagi masyarakat di Madura.
“Aku itu bertahun-tahun ngomong kritis soal Jawa Timur. Sudah sering mention gubernur Jawa Timur supaya ada perubahan kira-kira begitu. Khususnya yang ada di Madura,” ujarnya.
Adi menilai persoalan pembangunan Madura masih membutuhkan perhatian serius. Ia menyinggung empat kabupaten di Madura yang menurutnya masih menghadapi persoalan kemiskinan.
Menurut dia, kritik dan masukan mengenai kondisi Madura selama ini juga belum mendapatkan respons yang diharapkan. Bahkan, ia menyebut muncul anggapan di tengah masyarakat bahwa Madura seolah-olah bukan bagian dari Jawa Timur.
“Di kalangan kita bahkan ya, Madura ini seakan-akan bukan Jawa Timur,” katanya.
Ia kemudian mencontohkan usulan pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Madura yang disebut telah menjadi aspirasi berbagai kelompok, termasuk ulama, kalangan intelektual, petani, dan pengusaha.
Adi mempertanyakan perkembangan usulan tersebut yang disebut telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menilai publik perlu mengetahui sejauh mana progres pemerintah dalam menindaklanjuti aspirasi tersebut.
“Tapi sekarang enggak kelihatan tuh progress report-nya. Kok susah sekali gitu loh memperjuangkan kawasan ekonomi khusus untuk Madura,” ujarnya.
Karena itu, Adi menegaskan dirinya tidak mengabaikan Jawa Timur sebagaimana kritik yang dialamatkan kepadanya. Ia justru mengaku hampir setiap saat menyampaikan kritik terhadap pemerintah provinsi tersebut, tetapi menilai suara itu belum banyak mendapat perhatian.
“Kalau kau bertanya kenapa Jawa Timur kau tak pernah komentari, aku kasih tau sama kau, hampir setiap saat. Cuman ya begitulah, tak pernah didengar,” katanya.



