YAKUSA.IDJelang digelarnya Kongres Persatuan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat pada akhir Agustus 2025, Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Akhmad Munir, menyatakan siap maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
IMG-20260215-WA0092
previous arrow
next arrow

Pria yang akrab disapa Cak Munir ini menyampaikan niatnya secara terbuka, dengan tekad untuk membawa organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia itu kembali bersatu dan bermartabat.

“Bismillah, saya maju untuk membawa PWI kembali bersatu, dengan melakukan rekonsiliasi,” ujar Cak Munir, Jumat (01/08/2025) pagi.

Dengan mengusung semangat rekonsiliasi dan pembaruan, Cak Munir menegaskan tekadnya menjadikan PWI sebagai organisasi yang tidak hanya berwibawa, tetapi juga mampu beradaptasi cepat dalam era digitalisasi. Ia menyampaikan optimismenya bahwa kebersamaan adalah kunci dalam membangun kembali kekuatan PWI.

Sebagai bentuk keseriusan, Cak Munir kini mulai intens membangun komunikasi dengan berbagai kalangan, termasuk wartawan senior dan jaringan daerah. Langkah ini diambil untuk menyerap sebanyak mungkin aspirasi dari bawah dan memastikan bahwa visi perubahan yang diusungnya bersifat inklusif.

“Berbagai masukan dan saran dari daerah-daerah seluruh Indonesia nantinya bisa dijadikan bekal demi kemajuan PWI ke depan,” kata mantan Ketua PWI Jatim dua periode ini.

Tak hanya secara langsung, Cak Munir juga menjalin diskusi secara daring dengan sejumlah tokoh pers di berbagai provinsi. Tujuannya serupa: menghimpun gagasan, pandangan, dan saran konstruktif untuk membangun PWI ke depan agar lebih solid dan progresif.

Keterlibatan Cak Munir dalam PWI sendiri bukan hal baru. Ia mengaku sudah menjadi bagian dari organisasi tersebut sejak awal kariernya di dunia jurnalistik.

“Darah saya PWI, sepanjang karier jadi wartawan sejak 1991 sampai sekarang (tahun 2025) menjadi pengurus PWI,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Sebelumnya, sejumlah nama juga disebut-sebut akan bertarung dalam Kongres Persatuan ini, di antaranya Atal S. Depari (Ketum PWI 2018–2023), Hendry Ch Bangun (hasil Kongres Bandung 2023), Zulmansyah Sekedang (versi KLB), hingga nama-nama baru seperti Teguh Santosa (Ketua JMSI), Johnny Hardjojo, Rusdy Nurdiansyah (Ketua PWI Depok), dan Lutfil Hakim (Ketua PWI Jatim).

Wartawan senior Sholahuddin menilai sosok seperti Cak Munir maupun Lutfil Hakim berpotensi menjadi figur penengah yang dibutuhkan dalam situasi organisasi yang kini terbelah.

“Beliau-beliau ini memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, dan kemampuan komunikasi yang diperlukan untuk membawa PWI ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, proses pemilihan di Kongres PWI masih sangat dinamis. Namun, dengan semakin kencangnya tarik-menarik di antara kubu-kubu yang ada, opsi untuk mencari figur penengah dari luar lingkaran konflik utama tampaknya bisa menjadi pertimbangan serius bagi para pemangku kepentingan di PWI. (YAKUSA.ID/HSB)