YAKUSA.ID – Senyum Rawiyah merekah ketika sejumlah orang datang menemuinya di Dusun Sorren, Desa Paleh Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Hari itu, kedatangan mereka bukan sekadar untuk bersilaturahmi. Mereka membawa bantuan melalui program “Berbagi Rasa” yang digagas Ruang Sejahtera Kecamatan Ketapang.
Pada 30 September 2026, bantuan berupa sembako dan uang tunai diserahkan kepada Rawiyah. Bantuan tersebut berasal dari pengurus dan para donatur Ruang Sejahtera. Bagi Rawiyah, kedatangan tersebut membawa arti tersendiri. Di tengah keterbatasan yang dihadapi, perhatian dari orang lain menjadi penguat bahwa masih ada kepedulian yang datang dari lingkungan sekitar. Senyumnya pun menjadi bagian yang paling terasa dari pertemuan itu.
“Terimakasih, semoga ruang sejahtera senantiasa istikamah dengan gerakan pedulinya, ” kata Rawiyah.
Pertemuan di rumah Rawiyah memang tak ada kemeriahan. Tidak pula ada seremoni panjang. Hanya pertemuan sederhana antara mereka yang ingin berbagi dengan seorang warga yang membutuhkan perhatian.
Ketua Ruang Sejahtera, Nasiri mengatakan, pihaknya memilih hadir melalui cara yang sederhana. Bantuan diberikan secara langsung kepada Rawiyah, sekaligus menjadi bentuk kepedulian sosial kepada warga yang membutuhkan.
Program “Berbagi Rasa” menjadi wadah bagi pengurus dan donatur untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Sembako dan uang tunai yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan penerima. Namun, cerita di Paleh Laok tidak berhenti pada bantuan yang diserahkan.
Ada senyum Rawiyah yang menjadi gambaran bahwa kepedulian, sekecil apa pun bentuknya, tetap memiliki arti bagi seseorang yang sedang membutuhkan. Bagi pemberi, bantuan mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi penerima, kehadiran seseorang yang datang membawa perhatian bisa terasa jauh lebih besar daripada sekadar apa yang ada di dalam bingkisan.
Di Dusun Sorren, kepedulian itu hadir tanpa banyak kata. Ruang Sejahtera datang, menyerahkan bantuan, lalu menyisakan sebuah momen sederhana: Rawiyah tersenyum. Senyum itu menjadi cerita kecil dari Paleh Laok tentang bagaimana kepedulian dapat tumbuh dari sesama.
Sebab pada akhirnya, berbagi tidak selalu tentang seberapa besar yang diberikan. Kadang, yang paling berarti adalah ketika seseorang merasa masih ada yang peduli. Dan hari itu, kepedulian Ruang Sejahtera menemukan jawabannya dalam senyum Rawiyah.
“Doakan saja, agar kami senantiasa mampu berbagi rasa, sebab sedari awal ruang sejahtera ini milik bersama dan kami hanya sebagai perantara






