YAKUSA.ID — Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam menjawab persoalan masyarakat. Pemuda, mahasiswa, dan Generasi Z (Gen Z) diharapkan tidak hanya berani menyampaikan kritik, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan menghadirkan solusi.
Koordinator Wilayah Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Madura Raya, Moch. Wijdan, menilai keberanian menyampaikan aspirasi perlu diimbangi dengan tindakan nyata.
Menurutnya, pemuda memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan sekaligus membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
“Pemuda jangan hanya ramai berkomentar. Harus berani menyampaikan kritik, turun langsung membantu masyarakat, dan ikut mencari solusi,” ungkap Moch. Wijdan.
Ia menilai mahasiswa dan Gen Z memiliki potensi besar untuk mendorong perubahan, baik melalui organisasi, komunitas, maupun kegiatan sosial. Potensi tersebut perlu diwujudkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung, bukan berhenti pada wacana.
Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, generasi muda memiliki ruang luas untuk menyampaikan pendapat. Namun, keberanian bersuara perlu disertai tanggung jawab, pemahaman terhadap persoalan, serta kemauan untuk terlibat dalam penyelesaiannya.
Bagi Madura, keterlibatan pemuda dibutuhkan dalam mendukung pembangunan daerah dan desa. Berbagai persoalan, mulai dari pendidikan, kesempatan kerja, lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat, memerlukan perhatian dan partisipasi generasi muda.
Kritik terhadap kebijakan, menurut pesan yang ingin ditekankan, bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kebijakan. Namun, pemuda juga perlu berani menawarkan gagasan dan ikut menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Jangan hanya pandai mengkritik, tetapi juga berani menjadi bagian dari solusi. Pemuda harus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Semangat Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Persatuan tidak cukup disampaikan dalam slogan, tetapi juga melalui kepedulian, kerja bersama, dan keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Melalui momentum Sumpah Pemuda 2026, Moch Wijdan berharap generasi muda semakin aktif menyuarakan aspirasi, mengawal kebijakan, serta terlibat dalam kegiatan sosial demi kemajuan Madura dan Indonesia.






