YAKUSA.ID – Rekaman percakapan yang menyebut istilah “marbol” dan “coklat” beredar di media sosial setelah diunggah akun TikTok @inforrakyat. Unggahan berdurasi 57 detik itu disertai ilustrasi rokok, seorang laki-laki yang duduk di kursi, serta seorang laki-laki lain yang berdiri mengenakan pakaian berwarna cokelat.
Dalam rekaman tersebut, terdengar percakapan yang ditujukan kepada seseorang bernama Saleh.
“Dik Saleh, kalau kamu bawa marbol, teruskan saja. Jangan takut. Kalau perlu kasih tahu saja dan buka pintunya,” demikian penggalan percakapan yang terdengar dalam video.
Percakapan itu berlanjut dengan pernyataan mengenai tanggung jawab, disusul kalimat yang diulang beberapa kali, “Asalkan coklat, asalkan coklat, asalkan coklat.”
Sementara itu, ilustrasi yang ditampilkan akun tersebut memperlihatkan rokok, seorang laki-laki yang duduk di kursi, dan seorang laki-laki berpakaian cokelat dalam posisi berdiri. Tidak ada keterangan dalam video yang menjelaskan hubungan antara ilustrasi tersebut dan percakapan yang diperdengarkan.
Video itu diunggah sekitar 18 jam sebelum pukul 20.09 WIB, Sabtu (10/10/2026). Hingga waktu tersebut, unggahan telah ditonton 41,2 ribu kali, memperoleh 865 tanda suka, 32 komentar, dan dibagikan sebanyak 460 kali.
Di kolom komentar, warganet memberikan beragam tanggapan. Akun @vxzy menulis, “jgn bikin fitnah”.
Akun @orang gila juga mempertanyakan maksud istilah yang terdengar dalam rekaman. “Apa yg di maksud kor coklat? aku gak paham,” tulisnya.
Sementara itu, akun @Bₐₛcₐᵣₐ!¹9 menyinggung persoalan rokok ilegal dan Bea Cukai. Tanggapan tersebut merupakan komentar warganet, bukan keterangan resmi yang memastikan konteks rekaman.
Akun @INFO RAKYAT turut menanggapi dengan menyatakan bahwa rekaman suara asli dapat diminta oleh pihak yang menginginkannya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan arti istilah “marbol” dan “coklat”, konteks percakapan, maupun maksud ilustrasi rokok dan dua laki-laki yang ditampilkan dalam unggahan tersebut. Karena itu, hubungan antara unsur-unsur tersebut belum dapat dipastikan.






