YAKUSA.ID – Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Rofiqi, resmi menyandang gelar doktor dari Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya pada 2026.
Ia dinyatakan lulus melalui mekanisme Rekognisi Luaran Artikel Ilmiah, sehingga tidak menjalani sidang promosi doktor secara konvensional.
Kelulusan tersebut diraih setelah Rofiqi memenuhi persyaratan akademik melalui capaian 23 publikasi pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks kuartil Q1, Q2, dan Q3.
Sejumlah jurnal yang memuat karya ilmiahnya antara lain Politics, Religion & Ideology, British Journal of Religious Education, Ethnography and Education, dan Journal of Gender Studies, serta beberapa jurnal internasional bereputasi lainnya.
Disertasi yang disusunnya berjudul Psikologi Sosial Pesantren: Kajian Pola Interaksi Sosial Pesantren Madura.
Penelitian tersebut mengkaji pola interaksi sosial di lingkungan pesantren Madura menggunakan perspektif psikologi sosial sebagai upaya memperkaya kajian pendidikan Islam dan pengembangan dunia pesantren.
Rofiqi menempuh pendidikan sarjana di STAIN Pamekasan dan lulus pada 2016.
Ia kemudian melanjutkan studi magister di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebelum diterima sebagai mahasiswa doktor di UIN Sunan Ampel Surabaya pada 2022.
Studi doktoralnya diselesaikan dalam waktu empat tahun.
Selama menempuh pendidikan doktor, Rofiqi memperoleh dukungan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang dikelola Kementerian Agama bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Program beasiswa tersebut ditujukan bagi sumber daya manusia yang memiliki prestasi akademik dan potensi kepemimpinan.
Mekanisme Rekognisi Luaran Artikel Ilmiah yang diterapkan UIN Sunan Ampel Surabaya memberikan apresiasi kepada mahasiswa doktor yang telah memenuhi standar kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah internasional.
Melalui jalur tersebut, mahasiswa dapat dinyatakan lulus tanpa mengikuti sidang promosi doktor apabila seluruh persyaratan akademik telah terpenuhi.
Keberhasilan Rofiqi diharapkan menjadi motivasi bagi sivitas akademika IAI Al-Khairat Pamekasan maupun perguruan tinggi keagamaan Islam lainnya untuk meningkatkan produktivitas riset dan publikasi ilmiah di tingkat internasional.
Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa akademisi dari perguruan tinggi daerah mampu bersaing di kancah akademik global.



