YAKUSA.ID – Derap langkah penuh kasih terdengar ketika Nyai Tinuk memasuki halaman Sekolah Luar Biasa (SLB) Api Alam Pamekasan. Tampil anggun dengan balutan batik Madura dan cadar sederhana, Nyai Tinuk disambut dengan senyum penuh semangat dari para guru dan tawa polos anak-anak istimewa yang sudah menunggunya sejak pagi.
Di balik tatapan mereka yang berbinar, ada cerita perjuangan panjang sebagai penyandang disabilitas. Mereka belajar tidak hanya untuk membaca dan menulis, tetapi juga untuk berdiri tegak menghadapi kehidupan. Kehadiran Nyai Tinuk seakan memberi energi baru.
“Jangan berkecil hati, harus tetap semangat ya nak, sekalipun kekurangan dari segi fisik,” katanya Nyai Tinuk dikutip dari akun TikTok pribadinya, Kamis (21/8/2025).
Para guru pun mendapat perhatian khusus darinya. Dengan tulus Nyai Tinuk mengapresiasi pengabdian mereka yang setiap hari menanamkan ilmu dan kasih sayang pada anak-anak yang disebutnya “spesial”.
“Berarti kita menyiapkan mereka untuk menjalani kehidupan pada masa yang akan datang,” ujar Nyai Tinuk, memberi motivasi.
Tak hanya itu, Nyai Tinuk juga mengajak semua pihak untuk mendoakan kepemimpinan Kholilurrahman–Sukriyanto agar mampu membawa Pamekasan menjadi lebih baik.
“Saya sebagai istri dari Kiai Kholilurrahman yang saat ini menjabat sebagai Bupati Pamekasan, kita mendoakan beliau, kita mendoakan pemerintah Pamekasan lima tahun ke depan, saling bergandengan tangan, saling merangkul, karena pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Tetap kita bersama, terus menjalin silaturahmi,” tutur Nyai Tinuk penuh harap.
Namun, momen paling menyentuh hadir ketika Nyai Tinuk mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Dengan lincah ia memperkenalkan diri, lalu meraih tangan seorang siswi bernama Risma dan memeluknya erat.
“Saya juga belajar ini,” ucapnya sembari mengucap syukur, “Alhamdulillah.”
Suasana semakin haru saat Nyai Tinuk mengajak salah satu siswa melantunkan salawat bersama. Suara kecil yang jernih berpadu dengan lantunannya, seolah mengikat kebersamaan dalam doa dan cinta.
Sebelum meninggalkan sekolah, Nyai Tinuk menyempatkan diri berfoto bersama para siswa dan guru. Bagi anak-anak itu, bukan hanya potret yang tersimpan, melainkan juga ingatan akan pelukan, senyum, dan semangat yang Nyai Tinuk bawa.
Di kesempatan itu, Nyai Tinuk bukan sekadar tamu penting. Dia menjadi pelita, yang hadir menyalakan harapan anak-anak spesial agar terus percaya diri menghadapi dunia dengan cinta dan keberanian. (YAKUSA.ID/HSB)












