YAKUSA.IDUniversitas Insan Cita Indonesia (UICI) mewisuda 56 lulusan program sarjana dari empat program studi dalam prosesi yang digelar di Auditorium Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rabu malam.

Wisuda tersebut menjadi penanda bahwa konsep pembelajaran digital “kuliah di awan” yang diusung UICI berjalan secara kredibel dan mampu melahirkan lulusan dari berbagai daerah di Indonesia.

Rektor UICI, Asep Saefuddin, mengatakan prosesi wisuda tahun ini dilaksanakan secara hybrid untuk menjangkau wisudawan dari berbagai wilayah.

“UICI akan terus hadir untuk memperluas akses pendidikan di Indonesia, tidak saja di kota-kota besar tetapi juga hingga ke pelosok pedesaan,” katanya.

Ia menambahkan, semangat “Reaching the Unreachable” menjadi komitmen UICI dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas.

Dalam kesempatan itu, UICI juga menyampaikan lebih dari separuh wisudawan merupakan penerima beasiswa dari sejumlah lembaga dan mitra, di antaranya SEVIMA, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), BAZNAS, serta mitra lainnya.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menilai UICI memiliki pendekatan berbeda dibandingkan perguruan tinggi pada umumnya.

“Ini universitas ‘agak lain’. Satu, kuliahnya ‘agak lain’, tidak seperti kampus yang lain,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan wisuda yang digelar pada malam hari sebagai bentuk fleksibilitas dan inovasi.

“Tapi insya Allah yang agak lain inilah yang nanti akan menentukan masa depan bangsa Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi KAHMI, Hamdan Zoelva, menyatakan wisuda kedua UICI menjadi penanda konsistensi pertumbuhan kampus digital tersebut.

“Wisuda kedua ini tidak sekadar kita meluluskan sarjana UICI angkatan kedua, tetapi ini juga menandakan UICI memastikan diri tumbuh dan berkembang dan secara konsisten terus berjalan,” ujarnya.

Dalam prosesi tersebut, UICI juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari masing-masing program studi, yakni Dewi Nirmalasari (Bisnis Digital) dengan IPK 3,89, Eko Hariadi (Komunikasi Digital) dengan IPK 3,78, Tania Vergawita (Sains Data) dengan IPK 3,85, serta Asep Dera Purnama (Informatika) dengan IPK 3,71.

Selain itu, penghargaan wisudawan berprestasi diberikan kepada Aisha Fabella dari Program Studi Komunikasi Digital.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, Kepala LLDikti Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan, serta Koordinator Presidium MN KAHMI Abdullah Puteh. (Han/Din)