YAKUSA.ID – Pengasuh Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, KH. Dardiri Zubairi, memberikan arahan kepada peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Nasy’atul Muta’allimin (STAINAS) Sumenep Tahun 2026.

Arahan tersebut disampaikan dalam acara pelepasan peserta KKN yang berlangsung di Gedung STAINAS Sumenep, Rabu 12 Agustus 2026.

Dalam kesempatan itu, KH. Dardiri Zubairi meminta mahasiswa tidak memandang KKN sebatas pelaksanaan program kerja. Menurutnya, KKN merupakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari masyarakat.

Ia mengingatkan peserta agar mengesampingkan ego sebagai insan akademik dan membuka diri terhadap berbagai pengalaman selama berada di lokasi pengabdian.

“Kosongkan jiwa, tekan ego sebagai mahasiswa. Belajarlah kepada masyarakat dari nol,” katanya.

Selain itu, mahasiswa diminta mengenali tokoh-tokoh kunci atau key person di desa tempat mereka melaksanakan KKN.

Komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat dinilai penting untuk mempermudah koordinasi dan mendukung efektivitas program.

“Ketahui siapa key person-nya. Bangun komunikasi yang baik agar pelaksanaan program dapat berjalan secara efektif dan efisien,” pesannya.

KH. Dardiri Zubairi juga berpesan agar peserta menjaga nama baik almamater.

Sikap, etika, dan perilaku mahasiswa selama berada di tengah masyarakat, kata dia, akan menjadi bagian dari citra STAINAS Sumenep.

Ia turut menekankan pentingnya kekompakan antarpeserta. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga kerja sama dan soliditas dalam kelompok.

“Jaga team work dan kekompakan tim. KKN adalah kerja bersama, sehingga saling mendukung dan saling menguatkan menjadi kunci keberhasilan,” tuturnya.

Arahan tersebut menjadi bekal bagi peserta KKN STAINAS 2026 sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian.

Dengan mengusung tema “Merawat Alam, Menguatkan Masyarakat, Menghidupkan Spiritualitas,” mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga nama baik kampus selama menjalankan pengabdian.