YAKUSA.ID – DPRD Pamekasan menggelar rapat paripurna membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 bertempat di Mandhapa Aghung Pendopo Ronggosukowati pada Selasa (31/3/2026).

Bupati Pamekasan Kholilurrahman memaparkan sejumlah capaian positif, termasuk pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,47 persen, mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, persentase penduduk miskin turun menjadi 12,77 persen, menunjukkan perbaikan kesejahteraan masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat menjadi 71,64, menandakan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli.

Dalam acara penyerahan LKPJ, Bupati Kholilurrahman menyerahkan dokumen tersebut kepada Ketua DPRD Pamekasan, disaksikan oleh anggota DPRD dan Forkopimda.

“LKPJ ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah,” katanya.

Namun, Bupati Kholilurrahman menyoroti beberapa tantangan yang masih dihadapi. Ketimpangan pendapatan, yang diukur melalui gini rasio, berada di angka 0,337, tergolong rendah namun tetap perlu diwaspadai.

“Pembangunan harus lebih inklusif agar ketimpangan bisa terkendali,” katanya.

Selain itu, peningkatan risiko bencana juga menjadi perhatian serius. Indeks Risiko Bencana pada 2025 tercatat di angka 86,50, menunjukkan peningkatan kerentanan wilayah.

“Ini memerlukan penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan agar pembangunan tetap berkelanjutan dan aman bagi masyarakat,” ucapnya.

Rapat paripurna ini diharapkan menjadi momentum evaluasi dan peningkatan kinerja pemerintah daerah. Anggota DPRD Pamekasan memberikan apresiasi atas capaian positif, namun juga menekankan pentingnya penanganan tantangan yang ada.

“Kami berharap pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketimpangan,” ujar salah satu anggota DPRD.

Dengan demikian, LKPJ 2025 menjadi acuan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja pemerintah daerah ke depan.