Daerah  

Disiplin di Lapangan, Cair di Atas Vespa

YAKUSA.ID – Kesibukan sebagai Kasat Reskrim Polres Sampang menuntut ketegasan dan kecepatan dalam setiap keputusan.

Namun di balik rutinitas menangani berbagai perkara kriminal, Iptu Nur Fajri Alim memiliki ruang kecil tempat ia kembali menjadi dirinya sendiri, sebuah Vespa klasik yang selalu setia menunggu di garasi.

Perwira muda itu bukan hanya penggemar scooter, tetapi juga aktif bergabung dalam komunitas Gabungan Scooter Pamekasan (GSP) tempat kelahirannya. Di wadah ini, ia menemukan suasana berbeda dari hiruk-pikuk penyelidikan, yaitu obrolan hangat, tawa ringan, serta solidaritas sesama pecinta roda dua.

Minggu pagi, (16/11/2025), menjadi salah satu momen itu. Fajri terlihat hadir di Alun-alun Sampang, bergabung dengan para anggota GSP dalam kegiatan santai yang menjadi rutinitas mereka, silaturahmi, ngopi, hingga memamerkan koleksi scooter klasik yang menjadi kebanggaan masing-masing.

“Bekerja di Reskrim penuh tekanan. Vespa memberi jeda, memberi ruang untuk bernapas,” katanya sambil tersenyum.

Iptu Nur Fajri alim saat menjalani prosesi pengucapan sumpah jabatan sebagai Kasatreskrim Polres Sampang (akhir Oktober 2025)

Baginya, menikmati angin pagi di atas scooter jauh lebih efektif dibandingkan liburan singkat.

Komunitas GSP sendiri tak sekadar wadah hobi. Mereka kerap menggelar aksi sosial mulai dari bakti sosial, pembagian sembako, hingga respons cepat saat terjadi bencana di sejumlah titik di Madura.

Keterlibatan Iptu Fajri menambah warna tersendiri. Kehadiran polisi yang tak hanya hadir melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui empati dan kegiatan kemanusiaan.

“Di komunitas, semua sama. Tidak ada pangkat, tidak ada jabatan. Kita hanya berkumpul untuk silaturahmi dan melakukan hal positif,” ujarnya

 

Ia berharap, dunia scooter dapat menjadi ruang produktif bagi anak muda, tempat menyalurkan energi, mengasah kreativitas, sekaligus memperluas jaringan pertemanan. Namun satu prinsip tetap ia pegang “hobi boleh mengalir, tugas tetap nomor satu”.

Di tengah padatnya dinamika kriminalitas di Sampang, Vespa menjadi jeda bagi Fajri untuk menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan kehidupan personal.

Sebuah pengingat sederhana bahwa di balik seragam dan tugas berat, aparat penegak hukum juga manusia yang butuh ruang untuk tetap waras dan bahagia.

Penulis: HasibuddinEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *