YAKUSA.ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syariah Hukum, Ushuluddin, dan Fapertapet (SUPER) Cabang Pekanbaru menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban bencana ekologis di Aceh Tamiang dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan. Aksi ini dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga bersama Barak Coffee, Naf Konveksi, dan Kompor Foundation.
Bantuan yang dikirimkan terdiri dari pakaian layak pakai hasil donasi masyarakat, serta logistik kebutuhan dasar berupa 1 ton beras, 2 ton air minum, dan 150 paket sembako. Seluruh bantuan dilepas langsung dari Pekanbaru menuju Aceh Tamiang tanpa perantara, guna memastikan distribusi berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran.
Kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian penggalangan dana yang dilakukan HMI Komisariat SUPER di berbagai titik strategis Kota Pekanbaru selama beberapa hari terakhir. Upaya ini dilakukan sebagai respons atas kondisi darurat yang masih dialami masyarakat terdampak bencana.
Ketua Umum HMI Komisariat SUPER, Achmad Alwi Septiyan, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud tanggung jawab moral mahasiswa terhadap sesama, khususnya masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Gerakan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap saudara-saudara kita di Aceh Tamiang. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan menghadirkan kembali harapan setelah bencana,” ujar Achmad Alwi Septiyan dalam keterangannya yang diterima yakusa.id, Sabtu (13/12/2025).
Ia juga menegaskan pentingnya perhatian serius dari pemerintah pusat mengingat kondisi di lapangan yang masih memprihatinkan. Menurutnya, hingga 17 hari pascabencana, masih banyak titik wilayah yang terisolasi, sementara jumlah korban jiwa dilaporkan telah menembus 990 orang.
“Besar harapan kami agar segera ada perbaikan sistem penanganan bencana serta perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap tiga provinsi yang terdampak bencana ekologis ini,” tegasnya.
Sementara itu, Syahdan Hambali Akbar menilai kolaborasi lintas organisasi menjadi kunci utama dalam mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.
“Solidaritas dan kerja sama antar-lembaga seperti ini sangat penting, terutama saat banyak wilayah membutuhkan dukungan cepat. Kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.
Kader HMI Komisariat SUPER, Akmal Fajri, turut mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat di berbagai wilayah Sumatra, termasuk Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, yang terdampak bencana secara luas.
“Banyak rumah hancur, masyarakat kelaparan, bahkan ada kampung yang rata dengan tanah. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan bantuan segera. Pemerintah harus hadir dengan empati dan langkah nyata,” tuturnya.
Melalui aksi kemanusiaan ini, HMI Komisariat SUPER bersama para mitra kolaborasi berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam proses pemulihan masyarakat Aceh Tamiang sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah situasi krisis.












