YAKUSA.ID – Desa Pabean terletak di Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Desa ini memiliki komoditas unggulan di sektor perikanan dan pertanian.
Hal ini menjadi peluang usaha produk olahan ikan yang dimodifikasi dengan hasil pertanian, salah satunya adalah abon ikan tongkol.
Ikan tongkol dipilih karena memiliki daging yang tebal sehingga memudahkan dalam proses pengolahan menjadi abon, selain itu ikan tongkol dan bahan baku seperti bawang merah dan cabai mudah didapatkan dari nelayan dan petani di desa ini.
Usaha produk olahan abon ikan tongkol menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan terutama di wilayah pesisir dengan ketersediaan ikan laut yang melimpah.
Inisiasi Pelatihan Pembuatan Abon Ikan Tongkol varian rasa original dan pedas bertujuan untuk memberdayakan peran Ibu – Ibu PKK di Desa Pabean.
Kegiatan ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur melalui skema PKM-UPN Mengabdi Tahun Anggaran 2025.
Pelatihan ini dibuka langsung oleh Ibu Sri Margiati selaku Ketua PKK Desa.
Ia mengaku sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan pembuatan abon dari bahan ikan tongkol karena dapat meningkatkan kreatifitas kelompok ibu – ibu PKK dalam mengolah produk makanan dan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan karena abon diminati banyak kalangan.
Diawali dengan penyerahan peralatan memasak dan mesin peniris minyak berupa spinner oleh Tim PKM UPN Mengabdi, Wahyuni M.Par kepada Ketua PKK Desa Pabean, Ibu Sro Margiati.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta, pelaksanaan pelatihan dan simulasi langsung pembuatan abon ikan tongkol dibagi menjadi 2 (dua) kelompok.
Kelompok 1 akan mempraktekkan pembuatan abon ikan varian rasa original dan Kelompok 2 akan mempraktekkan pembuatan abon ikan varian rasa pedas.
Peserta pelatihan sangat antusias dalam mempraktekkan langsung proses pembuatan abon ikan, diawali dengan mencuci bersih bahan utama, mengukus ikan tongkol, menghaluskan bumbu, memasak hingga proses menggunakan alat peniris minyak berupa spinner untuk menghasilkan abon ikan yang kering dan tahan lama.
Setelah itu peserta pelatihan dilatih mengukur berat abon ikan dengan timbangan digital untuk dimasukkan ke dalam kemasan alumunium.
Farta Ade Saputra, S.Pd., M.Sc selaku pemateri dan Ketua PKM yang memiliki latar belakang pendidikan tata boga menyatakan bahwa pelatihan ini dapat mendorong pengembangan ekonomi baru melalui kreativitas dan inovasi dalam mengolah bahan mentah perikanan dan pertanian menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual yang lebih menguntungkan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami kelompok ibu – ibu PKK yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga, sehingga kami memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam membuat abon ikan tongkol, ke depannya kami ingin mengembangkan menjadi usaha olahan produk ikan tongkol dalam berbagai varian rasa” ungkap salah satu peserta pelatihan.
Tim PKM UPN Mengabdi berharap bahwa pelatihan ini dapat memberikan inspirasi kepada para ibu dalam memulai usaha kecil secara mandiri, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan ketahanan pangan.
Taufikurrahman menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kerja sama peserta, serta memberi dampak positif bagi pelaksanaan program selanjutnya.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kerja sama peserta, serta memberi dampak positif bagi pelaksanaan program selanjutnya,” ucap Dosen yang masih muda itu.



