YAKUSA.IDSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As-Salman Buddagan Pamekasan menyampaikan permohonan maaf setelah menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke SMA Negeri 2 Pamekasan ditolak oleh pihak sekolah.

Permohonan maaf tersebut disampaikan menyusul beredarnya video penolakan menu makanan oleh salah satu guru SMAN 2 Pamekasan di media sosial.

Kepala SPPG Yayasan As-Salman, Moh. Ainur Rusli, mengatakan pihaknya menghargai masukan dari sekolah penerima manfaat dan siap melakukan perbaikan ke depan.

“Pemenuhan gizi sebenarnya sudah tercukupi. Namun kami tetap memohon maaf kepada pihak sekolah apabila menu yang disajikan belum berkenan, dan kami siap memperbaiki sesuai saran yang diberikan,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Ainur juga memastikan bahwa menu yang sempat ditolak oleh pihak sekolah akan diganti.

“Menu yang ditolak tersebut siap kami ganti agar program ini tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sebelumnya, sebuah video memperlihatkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMAN 2 Pamekasan, Moh. Hairuddun, menyatakan penolakan terhadap paket makanan yang dikirim oleh pihak penyedia.

“Kami menolak untuk jatah tiga hari ini, Senin, Selasa dan Rabu,” kata Hairuddun dalam video yang beredar.

Ia menilai salah satu menu, yakni lele marinasi, belum matang sehingga pihak sekolah memutuskan untuk tidak menerima paket tersebut.

Menanggapi hal itu, Ahli Gizi SPPG Yayasan As-Salman, Fikri Mutawakkil, menjelaskan bahwa paket MBG yang disiapkan sebenarnya terdiri dari berbagai menu dengan kandungan gizi yang seimbang.

Menurutnya, menu tersebut meliputi roti pizza, dua butir telur rebus, satu kemasan susu full cream, lele marinasi, dua potong tahu ungkep, dua potong tempe ungkep, serta dua buah naga.

“Yang viral itu hanya lele marinasinya. Kami menggunakan lele marinasi untuk menambah asupan protein, dan jenis ini relatif lebih tahan hingga satu hari,” jelasnya.

Ia juga menyebut video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan menu yang sebenarnya telah disiapkan.

“Ada menu lain seperti susu, telur, roti pizza, dan buah naga. Namun itu tidak terekspos karena Person in Charge program MBG di sekolah menolak menu tersebut dikeluarkan dari mobil distribusi,” ungkapnya.

Sementara itu, Akuntan SPPG Yayasan As-Salman, Reni Septiyan Putri, menyebutkan bahwa paket makanan tersebut disiapkan untuk kebutuhan tiga hari dengan total anggaran Rp30 ribu atau sekitar Rp10 ribu per hari.

“Untuk satu ekor lele sekitar Rp5 ribu, dua tahu ungkep Rp2 ribu, dua tempe ungkep Rp2 ribu. Roti pizza Rp4 ribu, susu full cream Rp3.500, dua telur Rp5 ribu, dan buah naga sekitar Rp8.500,” pungkasnya.