YAKUSA.ID – Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes., mengumumkan bahwa pihaknya telah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien penderita campak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kasus campak dalam beberapa waktu terakhir.

Selain untuk menekan potensi penularan, kata dia lebih lanjut, kebijakan tersebut juga bertujuan memastikan penanganan medis dapat dilakukan secara lebih cepat dan optimal.

Menurut dr. Erliyati, sebagian besar pasien yang datang ke rumah sakit sudah berada dalam kondisi cukup berat, bahkan mengalami komplikasi serius seperti bronkopneumonia maupun kejang neurotik

“Ini mengharuskan kami menyediakan ruang khusus sehingga penanganannya lebih terfokus serta lebih aman,” katanya, menegaskan pada Jum’at, 12 September 2025.

Menurutnya, mayoritas pasien yang kini dirawat merupakan balita dengan status imunisasi yang belum lengkap.

Ia menambahkan bahwa faktor tidak lengkapnya imunisasi menjadi penyebab utama.

“Sebagian besar kasus campak berlanjut ke tahap berat dan mengancam keselamatan anak-anak,” imbuhnya.

Ruang isolasi khusus yang disiapkan RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep tidak hanya difungsikan untuk merawat pasien campak, tetapi juga dirancang guna menekan risiko penularan di ruang perawatan umum rumah sakit.

Ia mengaku bahwa pihaknya ingin menghadirkan layanan kesehatan yang lebih terkontrol.

“Upaya ini bukan sekedar memberikan perawatan, melainkan juga langkah penting untuk memutus rantai penularan agar tidak semakin meluas,” tutur Erliyati.

Selain itu, Erliyati turut mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak menunda pemberian imunisasi anak sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Perempuan berprestasi itu menuturkan bahwa pencegahan melalui imunisasi jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan ketika anak sudah terinfeksi.

“Kesadaran untuk mengikuti jadwal imunisasi merupakan kunci utama melindungi generasi kita,” tandasnya.(HN/YAKUSA.ID)