YAKUSA.ID – Media massa memiliki peran strategis sebagai pemersatu bangsa apabila mampu menghadirkan berita yang akurat, berimbang, dan berpegang pada kode etik jurnalistik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Hairul Anam, Jumat  (22/8/2025).

Menurutnya, derajat pers bisa sangat mulia jika berfungsi mencerahkan, namun dapat pula sebaliknya jika melahirkan produk jurnalistik yang menyesatkan.

“Derajat pers bisa di atas malaikat bila hadir mencerahkan. Namun, bisa di bawah iblis bila produknya melabrak UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,” tegasnya.

Alumnus Pascasarjana UIN Madura itu menjelaskan, media massa merupakan wadah bagi wartawan untuk berkarya sekaligus menyalurkan informasi kepada masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam setiap proses kerja jurnalistik.

“Media massa harus profesional menghadirkan produk jurnalistik yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk sebagaimana tertera di Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik. Kode etik menjadi pijakan utama agar spirit pemersatu bangsa bisa tercapai,” ungkap jebolan Universitas Annuqayah tersebut.

Ia menambahkan, media massa juga berpotensi meretakkan bangsa apabila tidak dikelola secara profesional. Proses reportase yang abai terhadap kode etik jurnalistik justru bisa menghadirkan karya yang berpotensi memicu perpecahan.

Anam juga mengingatkan pegiat media untuk menaati pedoman pemberitaan ramah anak serta pedoman pemberitaan media siber, guna menghindari praktik jurnalisme yang menyesatkan.

“Media massa yang profesional akan menghadirkan karya jurnalistik yang mencerahkan dan membuat kehidupan masyarakat semakin harmonis,” pungkasnya. (YAKUSA.ID/HSB/AB)