YAKUSA.ID Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, memutuskan menarik kembali dana pemerintah sebesar Rp75 triliun yang sebelumnya direncanakan ditempatkan di bank-bank milik negara (Himbara).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dana tersebut akan dialihkan untuk membiayai belanja pemerintah pusat serta transfer ke pemerintah daerah.

Purbaya menilai penempatan dana pemerintah di perbankan negara kurang memberikan dampak optimal terhadap perekonomian.

Menurutnya, pengalihan dana ke belanja fiskal justru akan memberikan efek yang lebih nyata.

“Dana ini akan ditarik dari sistem, tetapi segera dibelanjakan kembali, langsung ke dalam ekonomi. Jadi tidak akan mengganggu jumlah uang yang beredar dan justru akan memiliki efek multiplikatif positif melalui belanja pemerintah,” ujar Purbaya saat menghadiri pembukaan perdagangan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/1), seperti dikutip businesstimes.com.

Empat bulan menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya sebelumnya telah menempatkan dana kas pemerintah sebesar Rp276 triliun ke enam bank milik negara, termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Kebijakan penempatan dana tersebut awalnya ditujukan untuk mendorong penyaluran kredit perbankan serta menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, Purbaya mengungkapkan bahwa sebagian dana kini ditarik kembali karena dampaknya terhadap penyaluran kredit tidak sesuai harapan, salah satunya akibat kurangnya sinergi kebijakan dengan Bank Indonesia (BI).

Dalam keterangan terpisah, BI menyebut pertumbuhan kredit sepanjang 2025 cenderung melambat, seiring rendahnya permintaan kredit yang jauh di bawah kapasitas penyaluran perbankan.

Pertumbuhan kredit tahun ini diperkirakan berada di bawah target tahunan 8–11 persen, setelah pada November 2025 hanya tumbuh 7,74 persen secara tahunan.

BI juga mencatat bahwa dunia usaha masih memilih menunda ekspansi dan mengandalkan pendanaan internal, lantaran biaya pinjaman yang dinilai masih tinggi.

Sementara itu, Senior Partner SGMC Capital, Mohit Mirpuri, menilai langkah pemerintah mengalihkan dana dari perbankan ke belanja fiskal berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, belanja pemerintah umumnya memiliki efek multiplikatif yang lebih besar dibandingkan likuiditas yang mengendap di perbankan.

Rencana penarikan dana pemerintah dari Himbara turut memengaruhi pergerakan saham bank-bank milik negara.

Pada perdagangan sesi pertama hari ini, saham BBRI terkoreksi hingga 0,82 persen, disusul saham BBNI yang turun 1,83 persen dan BMRI melemah 0,49 persen.