YAKUSA.ID – Perusahaan migas asal Malaysia, Petronas Carigali, mencatut nama Bupati Sampang saat dimintai pertanggung jawaban atas kerusakan rumpon milik nelayan di perairan utara Madura.
Senior Manager Corporate Affairs & Administration Petronas Carigali Indonesia, Erik Yoga, mengarahkan agar keluhan soal kerusakan rumpon nelayan itu disampaikan langsung pada Bupati Sampang, Slamet Junaidi.
“Arahan dari Pak Bupati agar panjenengan merapat ke Pemkab, kalau ada keluhan atau permintaan klarifikasi,” tulis Erik Yoga, Selasa (29/07/2025).
Sementara itu, salah satu Aktivis di Pantura, Hanafi menilai pernyataan Petronas itu sebagai sebuah sikap lari dari tanggung jawab. Ia menilai Petronas telah berupaya lari dari kewajiban moral dan hukum.
“Kenapa malah dilempar ke Bupati? Seharusnya Petronas, PT Elnusa, dan SKK Migas segera mengganti kerugian rumpon milik nelayan. Jangan berlindung di ketiak Bupati,” tegas Hanafi.
Hanafi juga mempertanyakan posisi Bupati Sampang dalam proyek eksplorasi migas ini. Ia menilai keterlibatan Bupati terkesan membela perusahaan asing daripada melindungi hak-hak masyarakatnya sendiri.
“Memangnya Bupati ini sebagai apa. Kok sampai pasang badan seakan jadi pahlawan untuk perusahaan asing,” sindirnya tajam.
Geram dengan sikap Petronas, para nelayan yang tergabung dalam aliansi pembela rumpon berencana melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di beberapa titik strategis. Aksi tersebut rencananya akan berlangsung selama dua hari berturut-turut.
“Kalau tidak ada penyelesaian, ribuan nelayan akan turun ke lapangan. Hari pertama kita demo ke objek vital nasional Rig Bukit Tua dan kantor Petronas di Gresik. Hari kedua kita akan lanjut ke SKK Migas Jabanusa,” tutup Hanafi (YAKUSA.ID/Hen/HSB)


