YAKUSA.ID – Kabar menggembirakan datang bagi para tenaga pendidik dan kependidikan di seluruh Indonesia.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan bahwa PPPK Paruh Waktu akan diangkat menjadi ASN PPPK penuh waktu mulai tahun 2026.
Dirjen GTK, Nunuk Suryani menyatakan ahwa status PPPK Paruh Waktu hanya bersifat sementara dan berlaku selama satu tahun.
“PPPK Paruh Waktu hanya bersifat sementara. Tahun depan, mereka akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu ketika formasi sudah tersedia,” jelas Nunuk Suryani, dikutip YouTube Hpasaribu Channel.
Dengan demikian, para tenaga pendidik yang telah memenuhi syarat akan resmi diangkat menjadi ASN PPPK penuh waktu mulai tahun depan, sesuai dengan kebutuhan di tiap instansi.
Selain pengangkatan PPPK penuh waktu, Kemendikdasmen juga akan menaikkan insentif guru honorer dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan mulai Januari 2026.
Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para guru honorer di seluruh Indonesia.
Insentif tersebut akan diberikan selama 12 bulan penuh dan langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari Ketua Umum Forum Komunikasi ASN PPPK Porkap, Heti Kurtianengsi.
Menurutnya, peningkatan insentif merupakan langkah positif dan bentuk perhatian pemerintah terhadap para tenaga pendidik yang belum seluruhnya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
“Selama masa transisi dari Paruh Waktu ke Penuh Waktu, mereka seharusnya juga mendapatkan insentif yang sama. Mereka bekerja layaknya ASN penuh waktu, baik dari sisi tanggung jawab maupun jam mengajar,” ungkap Heti.
Kebijakan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia.
Diharapkan, langkah ini tidak hanya meningkatkan semangat para pendidik, tetapi juga kualitas pendidikan nasional di masa depan.
Semoga para guru dan tenaga kependidikan senantiasa diberi kesehatan, keberkahan, serta semangat dalam mengabdi untuk mencerdaskan generasi bangsa.


