YAKUSA.ID – Universitas Madura (Unira) menggelar Festival Rujak Corek dan Jajanan Pasar dalam rangka Dies Natalis ke-48 di halaman kampus, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan ini dihadirkan sebagai upaya pelestarian kuliner tradisional Madura sekaligus pemberdayaan pelaku UMKM.
Universitas Madura menggelar kegiatan tersebut dengan melibatkan mahasiswa, pelaku UMKM, serta masyarakat umum. Sejak pagi, puluhan stan kuliner memadati area acara dengan berbagai sajian, mulai dari rujak corek, jajanan pasar, hingga makanan kekinian.

Selain pameran kuliner, festival juga diisi dengan lomba rujak corek. Pemenang juara pertama diraih oleh Ninis, warga Kelurahan Barurambat Kota, Pamekasan.
Ia mengaku tidak menyangka dapat memenangkan lomba tersebut.
“Tidak menyangka bisa menang, saya hanya ikut karena suka rujak,” ujarnya.
Rektor Unira, Gazali, mengatakan festival ini menjadi salah satu upaya kampus dalam mengenalkan kembali kuliner tradisional yang mulai jarang dikenal generasi muda.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di daerah.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memberi ruang bagi UMKM dan pelestarian kuliner lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemilihan rujak corek dan jajanan pasar didasarkan pada kedekatan kuliner tersebut dengan masyarakat Madura serta potensinya dalam ekonomi lokal.
Festival ini direncanakan akan terus dikembangkan pada tahun berikutnya dengan cakupan peserta yang lebih luas.
Kampus juga membuka peluang kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan riset mahasiswa terkait potensi ekonomi daerah.
Pihak kampus menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-48 Unira dengan fokus pada penguatan peran perguruan tinggi dalam pengembangan masyarakat.



