YAKUSA.ID — Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, menegaskan komitmennya memperjuangkan akses layanan kesehatan yang lebih merata, dengan fokus utama pada optimalisasi program BPJS Kesehatan.
Dalam pertemuan bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, Selasa (07/04/2026), Sukriyanto membawa dua isu krusial yang dinilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti di tingkat pusat.
Pertama, dorongan agar layanan Cathlab atau laboratorium kateterisasi jantung di RSUD Smart Pamekasan bisa tercover BPJS Kesehatan. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat vital dalam penanganan penyakit jantung, namun hingga kini belum dapat diakses oleh peserta BPJS.
“Ini bukan sekadar fasilitas, tapi kebutuhan mendesak. Kalau Cathlab sudah dicover BPJS, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk keluar daerah hanya untuk pemasangan ring jantung,” ujar Sukriyanto.
Ia menekankan, kondisi saat ini memaksa banyak pasien harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah, yang berdampak pada tingginya biaya dan lamanya waktu penanganan—terutama bagi masyarakat kurang mampu.
Padahal, usulan kerja sama antara RSUD Smart Pamekasan dengan BPJS Kesehatan telah diajukan sejak April 2024. Namun hingga kini belum ada disposisi dari pusat.
Selain itu, Sukriyanto juga mendorong penambahan kuota peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah pusat.
Langkah ini dinilai penting untuk memperluas cakupan perlindungan kesehatan sekaligus mengurangi beban anggaran daerah.
“Fokus kami jelas, bagaimana masyarakat bisa benar-benar terjamin kesehatannya. Bukan hanya soal fasilitas, tapi juga kepesertaan,” tegasnya.



