YAKUSA.ID – Setiap 5 Desember, dunia memperingati Hari Relawan Internasional atau International Volunteer Day.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sejak 1985, program Relawan PBB (UNV) resmi mengoordinasikan momentum ini sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi para relawan di berbagai belahan dunia. Tahun 2025, peringatan ini mengusung tema “Every Contribution Matters”.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman, peran relawan tetap menempati posisi penting. Mereka hadir tanpa pamrih, mengulurkan waktu, tenaga, dan keahlian untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Hal itu juga ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr. Saifuddin. Baginya, kontribusi relawan sangat terasa pada setiap bencana yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.

“Di hari relawan ini masyarakat dan pemerintah dihimbau untuk memberikan apresiasi terhadap peran relawan yang telah memberikan sumbangan tenaga, biaya, dan waktu untuk membantu masyarakat, seperti di Aceh, Sumatera, Lumajang dan lainnya,” ujar Saifuddin, Jumat (5/12/2025).

Ia menambahkan, kehadiran relawan berperan besar dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Dalam konteks Indonesia sebagai negara rawan bencana, keberadaan relawan bukan hanya penting, tetapi menjadi bagian dari kekuatan sosial yang harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat.

“Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana yang tinggi, sehingga peran relawan sangat dibutuhkan. Kita harus memberikan apresiasi terhadap relawan, siapapun kita, baik masyarakat, pemerintah, maupun pemerhati kemanusiaan,” jelas Kadinkes Pamekasan itu di ruang kerjanya.

Saifuddin juga menekankan bahwa peran relawan sejalan dengan nilai-nilai budaya bangsa. Ia menyebut falsafah gotong royong dan sila kemanusiaan dalam Pancasila sebagai landasan moral yang mendorong masyarakat untuk peduli dan siap membantu sesama. Edukasi, informasi, dan sosialisasi mengenai relawan menurutnya penting dilakukan agar semangat kepedulian itu terus tumbuh.

Kontribusi masyarakat, sekecil apa pun, dinilai tetap berarti bagi mereka yang terdampak bencana. Dari kebutuhan pangan hingga pemulihan infrastruktur, bantuan masyarakat dapat memberi dampak langsung terhadap proses bangkitnya wilayah yang terdampak.

Saifuddin juga mengingatkan bahwa bencana bisa disebabkan faktor alam maupun kelalaian manusia. Karena itu, kesadaran untuk menjaga lingkungan dan memahami risiko bencana harus menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.

Dalam rangkaian peringatan ini, turut dilakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana. Saifuddin menegaskan bahwa setiap bentuk kontribusi—baik tenaga, waktu, maupun biaya—sangat berarti bagi mereka yang tengah berjuang memulihkan kehidupan.

“Kesediaan kita, kepedulian kita, menyumbangkan sesuatu meskipun sedikit sesuai kemampuan, akan sangat berarti bagi daerah yang terkena bencana. Mari kita dukung dan apresiasi peran relawan, dan mari menjadi bagian dari solusi,” pungkasnya.