YAKUSA.ID – Ribuan jamaah memadati Pondok Pesantren Darut Tauhid Al-Hasani Palpetto’, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, dalam Pengajian Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul ke-7 RKH Hasan Bakir serta Haul RKH Murtadho Bhuju’ Tantoh, Jumat malam (4/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar pesantren untuk mengenang perjuangan dan keteladanan para ulama sekaligus meneruskan nilai-nilai keagamaan kepada para santri dan masyarakat.

Pengasuh Ponpes Darut Tauhid Al-Hasani Palpetto’, RKH Muhammad Baqir Hasan Aminatullah, mengatakan Haul RKH Hasan Bakir tahun ini memasuki tahun ke-7. Dalam rangkaian tersebut, keluarga besar pesantren juga mengenang RKH Murtadho Bhuju’ Tantoh.

Menurutnya, terdapat sejumlah amalan dan pesan yang terus dijaga serta diajarkan kepada para santri. Di antaranya menjaga salat berjemaah, memperbanyak istigfar, membaca shalawat dan Al-Qur’an.

“Semoga dengan adanya kegiatan haul ini kita semakin dekat kepada Allah, semakin dekat kepada Nabi Muhammad dan mendapatkan keberkahan dari guru-guru kita semua,” katanya.

Rangkaian Maulid dan haul tersebut dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah. Selain santri dan alumni, hadir pula ulama, habaib, masyayikh, pejabat, tokoh masyarakat dan keluarga besar pesantren.

Salah satu tamu yang hadir yakni Dr. H. Mardiyono, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Ketahanan Pangan. Dalam kesempatan itu, Mardiyono turut mengajak jamaah meneladani para guru dan ulama serta menjaga persatuan di tengah dinamika masyarakat.

“Semoga kegiatan Maulid Nabi dan Haul ke-7 ini menyadarkan kita untuk selalu bertakwa dan selalu mengingat jasa-jasa para guru kita, kemudian bisa meneladaninya,” ujarnya.

Bagi Ponpes Darut Tauhid Al-Hasani, peringatan haul tidak hanya menjadi agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merawat ingatan terhadap perjuangan ulama, memperkuat hubungan antara pesantren, santri dan masyarakat, serta memastikan nilai-nilai yang diwariskan para guru tetap hidup di tengah generasi penerus.