News  

Menteri Wihaji: Tahfidz Fondasi Keluarga Berkualitas, Gagas Nusantara Ingatkan Tantangan Moral Digital

(YKS/IST) Mendukbangga Wihaji.

YAKUSA.ID Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan peran sentral nilai-nilai agama, khususnya program tahfidz Al-Qur’an, sebagai fondasi utama dalam membangun keluarga berkualitas. Pandangan ini disampaikan saat menghadiri Wisuda Tahfiz Al-Qur’an angkatan ke-2 di Pondok Pesantren Fahliza, Jakarta Timur.

Menurutnya, keluarga berlandaskan spiritual akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang berintegritas, yang krusial bagi pembangunan nasional. Ini adalah perspektif holistik yang mengaitkan dimensi spiritual dengan visi pembangunan bangsa.

Pernyataan Menteri Wihaji memperkuat sinergi antara inisiatif keagamaan dan agenda pembangunan pemerintah. Fokus pada keluarga sebagai unit terkecil masyarakat dianggap strategis. Keluarga yang kukuh dalam nilai moral dan etika yang diajarkan melalui tahfidz diharapkan dapat mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, jujur, dan disiplin di tengah arus modernisasi.

Di tengah pesatnya transformasi digital dan tantangan global, penekanan pada pembangunan manusia seutuhnya, termasuk aspek spiritual dan karakter, menjadi semakin relevan. Menteri Wihaji meyakini bahwa SDM yang berakhlak mulia akan menjadi pilar utama dalam menghadapi kompleksitas zaman, memastikan bahwa kemajuan teknologi berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai luhur bangsa.

“Pernyataan Menteri Wihaji yang menghubungkan nilai agama dengan kualitas SDM adalah langkah progresif yang patut diapresiasi. Namun, kita tidak boleh abai terhadap tantangan moral dan etika yang dibawa oleh derasnya arus digital, seperti penyebaran hoaks, pornografi, dan budaya instan yang dapat mengikis nilai-nilai luhur keluarga,” ujar Direktur Gagas Nusantara Romadhon Jasn, Minggu (20/7/2025).

Komitmen pemerintah melalui Menteri Wihaji untuk mendukung inisiatif keagamaan semacam ini menunjukkan pengakuan terhadap potensi besar komunitas religius dalam berkontribusi pada pencapaian target pembangunan nasional. Ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pihak untuk mengembangkan program-program serupa yang mengintegrasikan pendidikan karakter berbasis agama dengan kebutuhan pembangunan SDM.

“Meskipun semangatnya bagus, perlu diingat bahwa kualitas keluarga dan SDM juga sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dan membentengi diri dari dampak negatif dunia digital,” kata Romadhon Jasn.

“Literasi digital yang kuat, pemahaman tentang etika bermedia sosial, serta kemampuan memilah informasi, juga menjadi faktor krusial yang harus diperjuangkan secara simultan untuk menciptakan keluarga berkualitas secara holistik,” imbuhnya.

Pemerintah dituntut untuk memastikan bahwa dukungan terhadap inisiatif spiritual juga dibarengi dengan upaya konkret mengatasi akar masalah tantangan digital. Program-program edukasi tentang etika digital, keamanan siber bagi keluarga, serta penanganan konten negatif harus terus digencarkan agar nilai-nilai yang ditanamkan melalui pendidikan agama tidak luntur oleh pengaruh dunia maya yang tak terkontrol.

“Bagaimana keluarga-keluarga dapat menjaga moral dan etika jika mereka terus-menerus terpapar konten negatif atau hoaks tanpa filter yang memadai? Penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa narasi tentang keluarga berkualitas ini diimbangi dengan kebijakan yang menjamin lingkungan digital yang sehat dan aman bagi semua, tanpa terkecuali, agar tidak terjadi degradasi moral,” tanya Romadhon Jasn.

Pesan Menteri Wihaji tentang peran agama dalam keluarga berkualitas adalah pijakan penting. Namun, keberhasilan visi ini akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah untuk merespons tantangan moral dan etika digital yang masih menganga, memastikan setiap keluarga memiliki bekal spiritual dan digital yang cukup untuk menghadapi masa depan yang kompleks, serta berkontribusi maksimal bagi kemajuan bangsa. (YAKUSA.ID-MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *