Oleh: Hanafi (Jurnalis Yakusa.id)

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bagi banyak warga Sumenep, sakit sering kali bukan hanya soal tubuh, tapi juga soal jarak dan biaya.

Meski hampir semua warga sudah punya kartu BPJS Kesehatan, kenyataannya tidak selalu mudah mendapatkan layanan.

Rumah sakit rujukan terbatas, antrean panjang, dan jarak tempuh kerap melelahkan, apalagi bagi warga desa dan kepulauan.

Karena itu, langkah Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) yang mulai melayani pasien BPJS Kesehatan sejak 14 Januari 2026 patut disyukuri.

Artinya sederhana: warga punya pilihan rumah sakit yang lebih dekat dan tidak harus selalu menumpuk di satu tempat.

RS BHC tidak hanya membuka layanan BPJS, tetapi juga menyiapkan layanan informasi, customer service, hingga ambulans siaga.

Ini penting, karena orang sakit butuh kejelasan dan kecepatan, bukan kerumitan.

Bertambahnya rumah sakit yang menerima BPJS berarti beban rumah sakit lain bisa berkurang.

Pelayanan pun diharapkan lebih manusiawi, antrean tidak terlalu panjang, dan pasien bisa ditangani dengan lebih baik.

Langkah RS BHC ini juga menunjukkan bahwa rumah sakit swasta bisa ikut membantu masyarakat kecil.

Ketika BPJS diterima tanpa dipersulit, warga merasa benar-benar dilayani, bukan sekadar tercatat di kartu.

Tentu masih ada pekerjaan rumah soal pelayanan kesehatan di Sumenep. Tapi setidaknya, hadirnya RS BHC memberi harapan baru.

Harapan bahwa saat sakit datang, warga tidak lagi bingung ke mana harus berobat.

Bagi masyarakat, ini kabar baik. Bagi pelayanan kesehatan, ini langkah maju yang patut didukung bersama.