YAKUSA.ID – Training Raya Latihan Kader II (LK II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kota Bogor 2026 resmi ditutup pada Minggu, setelah berlangsung sebagai forum kaderisasi lanjutan yang diikuti peserta dari berbagai cabang HMI di Indonesia.
Penutupan kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Anas Urbaningrum, Jenal Mutaqin, serta Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan.
Dalam stadium general pada agenda penutupan, Anas Urbaningrum menekankan pentingnya menjaga kualitas perkaderan HMI sebagai fondasi lahirnya kader yang utuh secara intelektual dan moral.
“HMI tidak boleh hanya melahirkan kader yang aktif secara organisasi, tetapi juga harus melahirkan kader yang matang secara pemikiran, kuat secara moral, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan LK II merupakan tahapan penting dalam membangun karakter kepemimpinan kader HMI.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyoroti pentingnya peran pemuda dalam menentukan arah masa depan bangsa.
“Pemuda jangan hanya hadir sebagai penonton perubahan. Pemuda harus menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.
Menurut dia, organisasi kemahasiswaan seperti HMI memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi muda yang kritis dan solutif.
Ketua Umum PB HMI Bagas Kurniawan yang menutup secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada HMI Cabang Kota Bogor atas pelaksanaan Training Raya LK II dan LKK yang dinilai berjalan baik.
“Kaderisasi merupakan jantung perjuangan HMI yang harus terus dijaga,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor Moeltazam menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia berharap forum kaderisasi itu menjadi ruang lahirnya kader HMI yang mampu menjaga nilai perjuangan dan menjawab tantangan zaman.
Penutupan kegiatan berlangsung hangat dan diakhiri dengan dokumentasi bersama peserta serta tamu undangan. (Din/*)



