YAKUSA.ID — Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) Tasikmalaya menegaskan eksistensinya pada Malam Puncak Dies Natalis ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam yang diselenggarakan oleh PB HMI di SMESCO Convention Hall. Sabtu (1/3/2026),

Scroll Untuk Lanjut Membaca
IMG-20260215-WA0092
previous arrow
next arrow

Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi ideologis sekaligus ajang silaturahmi lintas generasi kader dalam merumuskan arah perjuangan organisasi ke depan.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Koordinator MN KAHMI Muhammad Syafi’i, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Kehadiran mereka memperlihatkan kesinambungan peran kader HMI dari ruang-ruang intelektual hingga panggung strategis kebangsaan.

Pada momentum tersebut, LSMI Tasikmalaya mempersembahkan dua karya, yakni monolog reflektif dan musikalisasi puisi kontemporer.

Penampilan tersebut tidak hanya menjadi suguhan artistik, tetapi juga pernyataan sikap kultural kader HMI melalui medium seni.

Di tengah dinamika sosial-politik nasional, LSMI memilih seni sebagai sarana menyampaikan kritik, harapan, serta peneguhan nilai-nilai perjuangan.

Direktur Eksekutif LSMI Tasikmalaya, Cepi Sultoni, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesempatan tampil di panggung nasional tersebut.

Ia mengingatkan bahwa pada agenda sebelumnya bersama PB HMI, dirinya pernah membawakan karya berjudul “1947” secara solo.

Namun, pada perhelatan kali ini, ia merasakan kebahagiaan yang berbeda karena dapat tampil bersama tim.

“Dulu saya tampil sendiri menyanyikan karya saya. Kali ini saya jauh lebih bahagia dan bangga karena bisa membawa rekan-rekan LSMI Tasikmalaya tampil bersama di malam puncak ini,” ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan LSMI dalam Dies Natalis ke-79 HMI merupakan bagian dari komitmen ideologis untuk terus berproses dalam berkarya, berkesenian, dan ber-HMI.

Ia menegaskan bahwa kader HMI tidak semata identik dengan demonstrasi dan agitasi, tetapi juga produktif dalam gagasan dan kebudayaan.

Pasca kegiatan nasional tersebut, LSMI Tasikmalaya menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam gerak kesenian dan kebudayaan.

Organisasi ini bertekad konsisten menjadi ruang lahirnya insan akademis, insan pencipta, dan insan pengabdi yang bernafaskan Islam serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.

Momentum Dies Natalis ke-79 HMI pun ditutup dengan semangat kebersamaan kader yang mengusung slogan, “Bahagia HMI, Jayalah Kohati, Tumbuhlah LSMI.”(Hn/San)